
Rindu hambaR
dari Jendela ke dua puluh dua
Kedua tangan mengHiba-Hiba
memohon uluran tangaN
tarikLah aku dari lembah RinDu
Disini, keluh KesaH Tak lagI berguna
hitam Putih melebur bersama
Pahit maniSku tak bisa terkecap
Hambar sudah rinduKU padamu
jatih terurai menjadi DEBU
keringat dan air mata terasa sama
terKUrung dalam kabut waktu
SungguH Kuingin bertanYa
masihkan Ada Aku disana?
